Bahasa

Konteks

Ketahanan kesehatan adalah prioritas global, terutama karena penyakit menular tidak mengenal batas negara. Amerika Serikat dan Indonesia bekerja sama untuk memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan kemandirian Indonesia dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons tantangan kesehatan global.

USAID memperkuat kemampuan Indonesia untuk merencanakan, membiayai, dan melaksanakan inisiatif prioritas di bidang kesehatan masyarakat; meningkatkan penerapan standar perawatan internasional; meningkatkan pasokan dan mutu obat yang tersedia; dan memastikan sistem asuransi kesehatan berfungsi dan terjangkau. USAID juga memperluas kemandirian Indonesia dalam mengendalikan penyakit menular, seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, dan kini COVID-19. Upaya bersama ini meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan dan juga mencegah beban penyakit, menyelamatkan nyawa, dan mendukung masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik.

Meeting Targets and Maintaining Epidemic Control (EPIC)

EpiC merupakan program global berjangka waktu lima tahun dengan dana dari President’s Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR) dan USAID yang dilaksanakan oleh FHI 360. Program ini berupaya mengatasi hambatan dalam pengendalian epidemi HIV, mempromosikan pengelolaan program HIV nasional yang mandiri, serta memberikan bantuan teknis dan pelayanan langsung yang efisien, terjangkau, dan berbasis hasil.

EpiC bekerja di 13 kabupaten/kota di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk meningkatkan akses terhadap layanan HIV, mempercepat pencapaian cakupan pengobatan HIV, mencapai target pengendalian HIV/AIDS tingkat provinsi, dan memperkuat sistem penanganan HIV di tingkat nasional dan subnasional.

Hasil

Hingga saat ini, EpiC telah mencapai berbagai hasil berikut:

  • Percepatan layanan profilaksis pra pajanan (PrEP) di 21 puskesmas di Jakarta Raya,
  • Memberikan pengobatan antiretroviral (ART) kepada 93,3 persen orang yang baru terdiagnosis HIV (ODHIV) di Jakarta Raya, dengan rejimen pengobatan Tenofovir Lamivudine Dolutegravir (TLD),
  • Peningkatan pemberian TLD kepada ODHIV yang baru memulai pengobatan di Jakarta Raya, dari 60,2 persen pada tahun 2022 menjadi 79,5 persen pada tahun 2023,
  • Meresmikan kemitraan dengan sektor swasta antara Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Good Doctor/Grab Health , dan 12 puskesmas untuk menyediakan layanan antiretroviral berbasis rumah bagi ODHIV yang memenuhi syarat melalui platform telemedis Good Doctor; dan
  • Mencapai 80,3 persen ODHIV yang memenuhi syarat di Jakarta Raya menggunakan tes viral load. Hasilnya, 94,3 persen orang yang dites, jumlah virusnya berhasil ditekan.

Narahubung

Tetty Rachmawati, USAID di trachmawati@usaid.gov
Caroline Francis, FHI 360 di CFrancis@fhi360.org

 

Image
Accelerated pre-exposure prophylaxis (PrEP) sebagai bagian dari program pencegahan.
Ade Sonyville untuk USAID
Share This Page