Pinjaman untuk Membangun Toilet dan Membangun Sanitasi di Indonesia

Nurita dan suaminya di depan toko mereka
Nurita dan suaminya di depan toko mereka
Seema Johnson, USAID
Toilet yang higienis meningkatkan kesehatan dan keselamatan
“Karena pinjaman ini, saya bisa merombak dan memperluas rumah saya dan sekaligus akses terhadap air dan sanitasi.”

November 2015- Di dunia, 2,4 miliar orang tidak memiliki akses terhadap kamar mandi yang bersih dan aman. Di Indonesia, angka ini berarti satu dari tiga orang tidak memiliki akses ke toilet duduk, jamban atau sistem septik. Banyak orang masih buang air besar di tempat terbuka.

Selain dikaitkan dengan penyakit dan kekurangan gizi, praktik ini membuat perempuan dan anak perempuan berisiko mengalami pemerkosaan dan pelecehan karena tidak memiliki akses terhadap toilet pribadi yang aman. Tapi, USAID bermitra dengan organisasi lokal dan Pemerintah Indonesia untuk mengubah hal ini.

Selama lima tahun terakhir, program Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) yang didanai oleh USAID telah membantu lebih dari 186.000 orang mendapatkan akses terhadap sanitasi yang lebih baik. Program ini mencapainya di bawah kemitraan dengan koperasi setempat, KPP-UMKM Syariah, untuk memberikan layanan keuangan mikro kepada keluarga di daerah-daerah terpilih sehingga dapat membangun kamar mandi yang aman dan higienis.

Nurita*, nenek dengan dua cucu dari Provinsi Banten, Indonesia, mengetahui tentang program pinjaman untuk sanitasi di pertemuan masyarakat. Dua bulan yang lalu, pembangunan jamban untuk keluarganya sudah selesai, jamban ini terhubung dengan sistem septik.

Sebelum memiliki jamban, Nurita mengatakan bahwa ia khawatir dengan risiko penyakit dan bahaya yang dihadapi kedua cucunya waktu ia belum memiliki akses ke toilet dan harus pergi ke lahan terbuka untuk buang air besar. “Sekarang saya merasa lebih nyaman mengajak tamu untuk berkunjung dan rasanya aman meskipun harus pergi ke toilet di malam hari,” katanya.

Cicilan pinjaman untuk pembuatan jamban baru ini sebesar Rp 66.000 (kurang lebih $5) seminggu selama tiga tahun. Nurita telah membayar kembali lima pinjaman lainnya dari koperasi KPP, dan baru-baru ini mendapatkan pinjaman lain untuk mendukung pertumbuhan usahanya – untuk buka warung.

Program IUWASH, selain memberikan pinjaman kepada keluarga setempat, juga telah melatih dan mengembangkan kontraktor bangunan skala kecil untuk membangun sistem baru yang mencakup arahan mengenai penggunaan, pemeliharaan dan perbaikan sistem. Hal ini memastikan bahwa jamban akan tetap menjadi tambahan yang aman dan berkelanjutan di rumah Nurita.

Kontraktor yang dilatih oleh program IUWASH saat ini sedang membangun jamban untuk Aas *, ibu empat anak, dan keluarganya. Ini bukan pertama kalinya Aas mendapat dukungan keuangan mikro dari KPP. Ia sudah mendapat lima pinjaman lain sebelumnya, termasuk satu untuk memulai bisnis perbaikan sepatu milik suaminya. Empat dari pinjaman tersebut sudah dilunasi.

Melalui layanan keuangan mikro, Aas memberikan fasilitas kepada keluarganya yang tidak dimilikinya saat ia tumbuh dewasa. “Karena pinjaman ini," katanya, “saya bisa merombak dan memperluas rumah saya saat membangun akses terhadap air dan sanitasi, dan saya sangat bahagia.”

Pengakuan global akan pentingnya akses terhadap sanitasi semakin meningkat. Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan “air bersih dan sanitasi” sebagai salah satu dari 17 Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan (tautan ke situs web luar).

Di Indonesia, program seperti IUWASH sudah melakukan kemajuan yang signifikan. Selama 25 tahun terakhir, akses terhadap fasilitas sanitasi meningkat hampir dua kali lipat di seluruh Indonesia, meningkat dari 35 persen di tahun 1990 menjadi 61 persen pada tahun 2015.

USAID dan KPP berencana untuk mendorong angka ini menjadi lebih tinggi lagi dengan menjadikannya contoh bagi koperasi dan serikat kredit lainnya di seluruh Indonesia. Meskipun pinjaman sanitasi bukan merupakan bagian dari banyak program keuangan mikro di negara ini, Nurita dan Aas menunjukkan bahwa potensi kegiatan semacam itu harus mengubah masyarakat agar menjadi lebih aman dan lebih sehat.

Program IUWASH, yang dilaksanakan dari tahun 2011 sampai 2016, dirancang untuk membantu Pemerintah Indonesia mencapai kemajuan yang signifikan dalam mencapai target air aman dan sanitasi sesuai Tujuan Pembangunan Milenium (tautan ke situs web luar) dengan memperluas akses terhadap layanan ini.

*Tidak ada nama lengkap.

LINKS  

USAID’s mission in Indonesia

USAID’s work in water and sanitation

Safe Water Brings Hygiene and Sanitation to Rural Madagascar

Delivering Clean Water to South Sudan

Follow @usaidindonesia, @USAIDEnviro, @USAIDGH, on Facebook

 

Last updated: December 19, 2017

Share This Page