Budaya Transparansi: Pelatihan Wartawan Independen Masa Depan

Selasa, Februari 5, 2019
Marina Nasution mewawancara anggota masyarakat dan pengguna obat-obatan tradisional saat melakukan liputan investigatif tentang industri obat-obatan tradisional di Sumatra Utara. Foto dari DAAI TV Indonesia.
Foto: DAAI TV Indonesia.

Media yang dinamis dan aktif, telah membantu mempertahankan momentum keterbukaan di masyarakat di balik demokrasi Indonesia yang masih muda - dan faktanya media adalah pendorong keterbukaan tersebut.

Untuk melaporkan secara akurat tentang berbagai permasalahan yang penting bagi masyarakat, media membutuhkan akses terhadap data yang dapat diandalkan seperti penelitian, survei dan laporan dari berbagai sumber termasuk pemerintah. Para wartawan juga membutuhkan keterampilan untuk menganalisis dan menggunakan data secara strategis dalam liputannya. Berbagai instrumen tersebut  membantu media mendapatkan informasi yang dibutuhkan masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban pejabat terpilih dan para pengambil keputusan.

Di Indonesia, pemerintah secara konsisten semakin membuka akses terhadap sumber data publik. Wartawan seperti Marina Nasution dari Bingkai Sumatera DAAI TV Indonesia dengan sepenuh hati mengambil perannya dalam mengomunikasikan informasi ini kepada masyarakat.

“Kualitas jurnalisme sangat memengaruhi kualitas kesadaran dan pemikiran masyarakat. Bagaimana kami sebagai wartawan membantu masyarakat memahami masalah-masalah penting dengan jelas? Dan apa yang akan terjadi jika laporan media tidak berdasarkan fakta?” demikian kata Marina.

Tahun lalu, Marina menghadiri pelatihan jurnalisme investigatif yang didukung oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI). Pada pelatihan tersebut, ia mempelajari cara mengakses data publik, memahami maknanya dan memasukkannya ke dalam liputannya.

“Sebelumnya, saya hanya melihat data mentah dan tertuju pada angka - tetapi saya tidak bisa melihat sesuatu yang bisa bermanfaat lebih jauh lagi. Sekarang, saya bisa melihat pola dalam data. Sekarang saya lebih paham bagaimana saya bisa memanfaatkan pola-pola tersebut untuk liputan saya. Dan saya melihat perbedaannya,” katanya. “Narasi saya jadi lebih kaya dan lebih akurat.”

Marina memanfaatkan keterampilan barunya saat melakukan liputan investigatif tentang peran pemerintah dalam pengawasan industri obat-obatan tradisional yang berkembang pesat di Sumatera Utara. Ia menyisir data publik yang tersedia di Badan Pusat Statistik yang merupakan lembaga survei pemerintah untuk menggambarkan bahwa meskipun akses terhadap pengobatan modern sedang meningkat, obat-obatan tradisional tidak akan pernah tenggelam keberadaannya karena harganya yang terjangkau dan sudah mengakar dalam budaya masyarakat.

“Tapi ada banyak terjadi penipuan di industri ini,” katanya - dan hal ini membahayakan masyarakat. Fakta dalam laporan Marina menyoroti perlunya keterlibatan pemerintah yang lebih besar dalam mencegah penipuan dan mengawasi produksi obat-obatan tradisional yang selalu menarik perhatian dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh industri yang tidak mengikuti peraturan dari pemerintah.

Di provinsi lain, pengawasan pemerintah daerah terhadap industri ini lebih kuat. Di Jawa Tengah, misalnya, pemerintah telah menetapkan standar kualitas. Saat ini pasien di rumah sakit yang dikelola pemerintah dapat mengakses obat-obatan tradisional yang terjamin kualitasnya - selain pilihan obat-obatan modern.

Dengan menggunakan data yang dapat dipercaya untuk mendukung liputannya, Marina memicu kesadaran masyarakat dan mengedepankan diskusi berdasarkan informasi yang lebih baik bagaimana pemerintah harus melindungi masyarakat. “Saya menampilkan dua narasumber dalam laporan saya - orang-orang yang secara profesional terlibat dengan obat-obatan tradisional. Ketika saya menunjukkan laporan itu ke kantor Dinas Kesehatan Provinsi, mereka meminta kedua orang tersebut untuk membantu Dinas Kesehatan dalam pelatihan dan penyusunan Kajian Kualitas Obat-Obatan Tradisional.”

Transparansi yang lebih baik dapat meningkatkan proses demokrasi dalam pengambilan keputusan; wartawan seperti Marina telah memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa ide-ide segar ke dalam perbincangan. Berbagai ide dan gagasan tersebut, ketika didiskusikan secara terbuka dan melibatkan masyarakat umum akan membawa perspektif unik dari pandangan berdasarkan data menjadi diskusi ke arah penyusunan kebijakan.

“Dengan data, pekerjaan kami bisa benar-benar komprehensif,” kata Marina. “Wartawan dapat memanfaatkan semua informasi yang tersedia untuk membuat laporan yang memicu solusi nyata untuk memecahkan masalah yang juga nyata.”

Untuk informasi terkini lainnya, gabung dengan @USAIDIndonesia di FacebookExposureTwitter dan Flickr.

Cerita oleh Samantha Martin dan Genevieve Grant. Terjemahan oleh Herlina. 

Last updated: May 31, 2019

Share This Page