Pemerintah Amerika Serikat, Indonesia, dan Swiss Rayakan Pencapaian Kemitraan Air Minum dan Sanitasi yang Bermanfaat untuk Jutaan Orang

Press Release Shim

Speeches Shim

Pemerintah Amerika Serikat, Indonesia, dan Swiss Rayakan Pencapaian Kemitraan Air Minum dan Sanitasi yang Bermanfaat untuk Jutaan Orang
Anak-anak di Kelurahan Simare-mare, Kota Sibolga, dengan gembira bermain air di hari yang panas. IUWASH USAID membangun sistem master meter untuk memperluas cakupan pelayanan PDAM.
Zaki Nasution untuk USAID

Untuk Diterbitkan Segera

Selasa, 18 Januari, 2022
Swiny Andina
sandina@usaid.gov

JAKARTA, Indonesia — Sebagai hasil dari lima tahun kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia, lebih dari 1,6 juta orang, termasuk hampir 530.000 orang dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia, saat ini telah mendapatkan akses air minum, dan lebih dari 965 ribu orang telah mendapatkan akses sanitasi terkelola yang aman.

Sejak Juni 2016, melalui program USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (USAID IUWASH PLUS), USAID telah bermitra dengan berbagai lembaga di pemerintahan pusat, 35 pemerintah kabupaten/kota, penyedia layanan, dan pemangku kepentingan sektor swasta, dengan fokus khusus pada masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan. Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID telah mendukung pencapaian target air minum dan sanitasi Indonesia sejak tahun 2007.

“Selama lebih dari 15 tahun, kemitraan antara Amerika Serikat dengan Indonesia telah meningkatkan akses air dan sanitasi aman bagi sekitar 7,6 juta orang Indonesia,” demikian kata Direktur USAID Indonesia Jeffery P. Cohen dalam sambutannya di acara penutupan program hari ini. “Ke depan, Amerika Serikat akan terus mendukung komitmen Indonesia dalam menyediakan layanan air bersih dan sanitasi aman sekaligus mengurangi risiko terkait iklim,” tambah Cohen.

Selama lima tahun terakhir, USAID dan para mitra telah membantu lebih dari 355.000 orang untuk mendapatkan akses pelayanan sanitasi dasar, termasuk lebih dari 258.000 orang di antaranya dari 40 persen penduduk termiskin. Lebih dari 32 pemerintah daerah telah secara resmi mengadopsi 111 kebijakan pendukung peningkatan air, sanitasi, dan higiene di 32 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dukungan USAID juga telah menarik pendanaan sebesar sekitar 235 juta dolar dari anggaran pemerintah pusat dan daerah serta investasi sektor swasta untuk berbagai program dan infrastruktur di bidang air minum, sanitasi, dan higiene.

Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas, menyampaikan bahwa komitmen kuat Pemerintah Indonesia dan kemitraan dengan USAID akan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) tahun 2030. “Kami sangat mengapresiasi kemitraan penting USAID dalam mendukung komitmen besar Pemerintah Indonesia untuk mencapai target SDG 2030,” katanya seraya menambahkan bahwa komitmen ini juga sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menargetkan pencapaian 100% akses air minum layak, termasuk 15% air minum aman, dan 90% akses sanitasi layak, termasuk 15% sanitasi aman.

Di tahun 2019, Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) memberikan kontribusi sebesar 4,5 juta dolar untuk program USAID IUWASH PLUS, sehingga nilai total investasi bersama ini menjadi 48 juta dolar. Penambahan dana dari SECO telah membantu tujuh perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk menurunkan kehilangan air dan meningkatkan efisiensi energi. Kemitraan ini telah menurunkan kehilangan air sebesar 3,1 persen, meningkatkan efisiensi energi sebesar 20 persen, dan menarik pendanaan sebesar 5,9 juta dolar untuk perbaikan kinerja PDAM.

“Swiss bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan USAID untuk meningkatkan pelayanan air minum,” demikian kata Andrea Zbinden, Wakil Direktur SECO Indonesia. “Upaya ini memperkuat kapasitas kelembagaan dan kinerja PDAM dan pada akhirnya dapat meningkatkan akses air minum bagi warga negara Indonesia. Kami harap hasil dan pembelajaran dari program ini akan membantu memperluas infrastruktur air minum di Indonesia dan mengembangkan model kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air di seluruh negeri,” katanya.

Last updated: May 23, 2022

Share This Page