Flag of Indonesia

Kesehatan

Language: English | Indonesian

Speeches Shim

Penuh harapan
USAID membangun kemandirian Indonesia dalam menangani berbagai faktor yang rumit dan saling terkait yang menyebabkan kematian pada ibu dan bayi baru lahir.
Sebastian Lindstrom (Asia EDGE) untuk USAID

Ketahanan kesehatan merupakan prioritas global terutama karena penyakit menular tidak mengenal batas negara. Melalui Kemitraan Strategis AS - Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia bekerja sama untuk memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan kemandirian Indonesia untuk mencegah, mendeteksi dan merespons tantangan kesehatan global. Upaya bersama meningkatkan ketahanan dan kemakmuran serta mencegah penderitaan, menyelamatkan jiwa, dan mencerahkan masa depan lebih banyak keluarga di Indonesia.  

Atas nama rakyat Amerika, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bermitra dengan Pemerintah Indonesia, kalangan bisnis di Indonesia dan AS, penyedia layanan kesehatan, organisasi keagamaan, serta pihak-pihak lainnya untuk memajukan prioritas kesehatan bersama.  Hal ini termasuk mendukung visi Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan program pelayanan kesehatan nasional yang efektif dan efisien. USAID memperkuat kemampuan Indonesia untuk merencanakan, mendanai dan melaksanakan inisiatif kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas, meningkatkan penerapan standar perawatan kesehatan internasional; meningkatkan pasokan dan kualitas obat-obatan yang ada; serta memastikan sistem asuransi kesehatan dengan biaya terjangkau. USAID juga memperluas kemandirian Indonesia dalam mengendalikan penyakit tropis dan menular (seperti tuberkulosis dan HIV/AIDS) serta melindungi ibu dan bayi baru lahir dari kematian yang bisa dicegah

  • Pada tahun 2019, USAID bermitra untuk memberikan pengobatan preventif kepada 47 persen masyarakat berisiko untuk menanggulangi penyebaran limfatik filariasis (LF) yang menyebabkan cacat dan penyakit yang bisa dicegah. Pemerintah Indonesia mendanai sepenuhnya biaya obat-obatan dan distribusinya yang menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas LF.

  • Juga di tahun 2019, USAID membantu tes HIV bagi 1.000 orang setiap hari di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 orang didiagnosis mengidap HIV setiap hari, dan 13 di antaranya dirujuk untuk pengobatan - peningkatan 144 persen sejak tahun 2018. Indonesia telah mengadopsi sistem perkiraan kebutuhan pengujian, yang menghasilkan peningkatan 150 persen ketersediaan tes HIV di Indonesia.

  • Dengan dukungan dan advokasi USAID kepada tenaga kesehatan, rumah sakit swasta, klinik, dan praktik pribadi dilaporkan peningkatan 22 persen kasus tuberkulosis (TBC) pada tahun 2019, sehingga jumlah notifikasi kasus TBC menjadi lebih dari 560.000, peningkatan 25% yang merupakan peningkatan substansial dalam deteksi dan notifikasi kasus TBC.

  • Pada tahun 2019, USAID melibatkan sektor swasta untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu kepada perempuan pekerja pabrik yang menjangkau total 28.000 ibu. Selain itu, melalui kemitraan dengan toko swalayan Alfamart di lima lokasi di Kabupaten Tangerang, USAID membantu lebih dari 4.000 perempuan usia reproduksi mengakses pelayanan antenatal dan persalinan hanya di tahun 2019 saja.

PROGRAM SAAT INI 

MENGENDALIKAN ANCAMAN PANDEMI DAN PENYAKIT MENULAR

RESPONS DARURAT COVID-19  Memanfaatkan hubungan yang kuat dengan Pemerintah Indonesia di sektor kesehatan, USAID mendukung respons Indonesia terhadap pandemi COVID-19 dengan memperkuat kapasitas laboratorium, mempercepat pengujian, dan meningkatkan pelacakan penyakit di masyarakat. USAID meningkatkan komunikasi risiko di tingkat nasional untuk membantu memastikan bahwa publik dapat mengakses informasi yang andal —dan dapat diverifikasi-- tentang cara menghentikan penyebaran penyakit. Lebih lanjut, USAID telah memberikan dukungan logistik, pelatihan, dan peralatan medis tambahan untuk melengkapi donasi sejumlah besar ventilator canggih buatan Amerika untuk Indonesia. Melalui program air, sanitasi, dan higiene, dan bermitra dengan lembaga Pemerintah AS lainnya, kami juga telah menyumbangkan fasilitas cuci tangan dengan sabun ke kota/kabupaten dan desa-desa kunci di seluruh Indonesia.

ANCAMAN PANDEMI  Indonesia adalah hotspot penyakit infeksi baru karena sering dan dekatnya interaksi antara manusia dan hewan, terutama ternak. Sejak tahun 2006, USAID telah meningkatkan kemandirian Indonesia dalam mencegah, mendeteksi dan merespons penyakit zoonosis risiko tinggi dan wabah penyakit terutama penyakit yang berpotensi menimbulkan pandemi seperti flu burung. Program Ketahanan Kesehatan Global USAID tahun 2019-2024 merupakan kontribusi utama Pemerintah AS terhadap Global Health Security Agenda (GHSA) di Indonesia, dimana kedua pemerintah memainkan peran terdepan di tingkat global. USAID akan terus bekerja sama untuk mengembangkan dan menyelenggarakan program dan pelatihan berkelanjutan di berbagai sektor kesehatan masyarakat dan hewan untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menanggulangi permasalahan kesehatan termasuk  zoonosis dan ancaman resistensi terhadap obat antimikroba.

HIV/AIDS  Dengan lebih dari 670.000 orang yang terinfeksi, Indonesia menghadapi epidemi HIV yang terus meningkat. Masyarakat Indonesia yang paling rentan terpengaruh epidemi ini secara tidak proporsional seperti di provinsi Papua yang angka penularannya 15 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Berbagai program USAID memperkuat upaya Indonesia agar lebih banyak masyarakat yang melindungi dirinya terhadap infeksi HIV dan memperluas ketersediaan uji dan pengobatan HIV. USAID juga bekerja dengan Kementerian Kesehatan dalam penyusunan strategi nasional untuk mendorong pencapaian target UNAIDS 90-90-90. USAID juga mendukung organisasi lokal untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan HIV dan AIDS agar lebih banyak orang yang mendapat pelayanan pencegahan, perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

TUBERKULOSIS  Di Indonesia, diperkirakan terdapat 842.000 kasus TBC baru dan 100.000 kematian terkait TBC setiap tahun. TBC resisten obat (DR-TB/Drug Resistant TB), yang tahan terhadap obat-obatan TBC biasa terus meningkat. Untuk mengatasi ancaman krisis, USAID bermitra dengan Program TBC Nasional dengan tujuan utama untuk memberantas TBC pada tahun 2030. Berbagai kemitraan ini memperluas kemampuan Indonesia untuk mendeteksi dan mengobati lebih banyak kasus TBC, meningkatkan pelayanan laboratorium, membuka lebih banyak fasilitas pengobatan dan memastikan kualitas pasokan obat-obatan yang sangat diperlukan. Untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menumbuhkan partisipasi sektor swasta dalam Program TBC Nasional, USAID mengarahkan solusi pada rendahnya pelaporan kasus-kasus yang ditangani dan upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan di fasilitas swasta, mendukung keberlanjutan pelayanan TBC selama pandemi COVID-19, dan memperkuat jejaring pendukung untuk pasien DR-TB. USAID juga memperluas penggunaan GeneXpert, mesin diagnostik yang menurunkan waktu diagnosis DR-TB dari beberapa bulan menjadi beberapa jam saja, serta melatih tenaga kesehatan lokal untuk mengoperasikannya. Bersama jaringan fasilitas kesehatan Muhammadiyah, kami memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap perawatan, pengobatan, dan pelayanan DR-TB di provinsi yang berpenduduk padat.

PENYAKIT TROPIS YANG TERABAIKAN (NTDs)  Lebih dari 45 juta orang Indonesia – sekitar seperenam jumlah penduduknya – berisiko terkena limfatik filariasis (elephantiasis), dan cacing usus adalah penyakit endemis di seluruh Indonesia. Kedua penyakit tersebut dan NTD lainnya merugikan kelompok masyarakat yang paling tidak mampu, memperparah kemiskinan, memperlambat tumbuh kembang anak, dan menghambat produktivitas ekonomi. Obat dosis tunggal yang aman berbiaya rendah sebetulnya bisa mencegah berbagai NTD serta menghentikan penyebarannya. Berbagai program NTD USAID memperkuat upaya Pemerintah Indonesia untuk memetakan beban penyakit, mengembangkan strategi nasional untuk pemberantasan penyakit dan melaksanakan kampanye di masyarakat agar dapat menjangkau jutaan orang dengan pengobatan pencegahan ini.

MENURUNKAN KEMATIAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR KARENA PENYEBAB YANG DAPAT DICEGAH

Angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia berada di antara yang tertinggi di Asia Tenggara; dua ibu dan delapan bayi baru lahir meninggal setiap jam karena penyebab yang sebagian besar bisa dicegah. USAID membangun kemandirian Indonesia dalam menangani berbagai faktor yang rumit dan saling terkait yang menyebabkan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. 

Keterlibatan USAID mengkatalisasi pemecahan masalah kolaboratif serta kemitraan yang layak secara finansial untuk meningkatkan kualitas perawatan, rujukan darurat, penggunaan data, perlindungan keuangan, tata kelola lokal, dan layanan kesehatan untuk keluarga termiskin dan paling rentan. USAID juga memanfaatkan kemitraan publik swasta untuk skala yang lebih besar, keberlanjutan, dan efektivitas hasil kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Keterlibatan USAID mempercepat pemecahan masalah secara kolaboratif dan juga kemitraan yang mampu meningkatkan kualitas perawatan, rujukan kegawatdaruratan, pemanfaatan data, perlindungan pembiayaan, tata kelola lokal, dan pelayanan kesehatan untuk keluarga yang paling miskin dan rentan. USAID juga meningkatkan manfaat kemitraan publik swasta untuk hasil-hasil kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang lebih luas, berkelanjutan, dan efektif.

Last updated: October 07, 2020

Share This Page