Flag of Indonesia

Kesehatan

Language: English | Indonesian
Penentu Nasib Para Ayam
Bambang Sutrisno dan ternak ayamnya. Dengan bantuan petugas kesehatan hewan yang mendapatkan pelatihan dari USAID, Bambang menerapkan langkah-langkah biosekuriti setelah flu burung menghancurkan ternaknya. Berkat langkah yang sederhana tapi efektif seperti alas kaki yang benar dan mandi, peternakan bisa mencegah wabah flu burung agar tidak melanda daerahnya untuk yang ke-2 kalinya. Ayam-ayam Bambang tetap memproduksi telur dengan jumlah tetap. Saat ini lebih dari 8.500 peternak menerapkan hal yang sama.
USAID Indonesia dan FAO Indonesia

Ketahanan kesehatan merupakan prioritas global karena konsekuensinya yang tidak mengenal batas negara. Melalui Kemitraan Strategis AS - Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia bekerja sama untuk memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan kemandirian Indonesia untuk mencegah, mendeteksi dan merespons tantangan kesehatan global. Upaya bersama meningkatkan ketangguhan dan kemakmuran serta mencegah penderitaan, menyelamatkan jiwa dan mencerahkan masa depan lebih banyak keluarga di Indonesia. 

Atas nama rakyat Amerika, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bermitra dengan Pemerintah Indonesia, kalangan bisnis di Indonesia dan AS, penyedia layanan kesehatan dan pihak-pihak lainnya untuk memajukan prioritas kesehatan bersama. Hal ini termasuk mengendalikan penyakit tropis dan menular (seperti tuberkulosis, HIV/AIDS dan limfatik filariasis) dan melindungi ibu dan bayi baru lahir dari kematian karena penyebab yang dapat dicegah. USAID mendukung visi Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan visi untuk program pelayanan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien termasuk memperkuat kemampuan Indonesia untuk merencanakan, mendanai dan melaksanakan inisiatif kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas; meningkatkan penerapan standar pelayanan internasional; meningkatkan pasokan dan kualitas obat-obatan; dan memastikan sistem asuransi kesehatan dengan biaya terjangkau. 

  • USAID mendukung penyusunan dan pengguliran pedoman Koordinasi One Health Indonesia, yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pencegahan, deteksi dan respons terhadap ancaman penyakit seperti flu burung, rabies, antraks dan sindrom penapasan akut parah, memperkuat ketangguhan terhadap Pandemi baik yang terjadi di Indonesia maupun di kawasan Indo-Pasifik.

  • USAID bersama Kementerian Kesehatan menambah jumlah mesin GeneXpert di berbagai lokasi menjadi hampir 600 buah, dan meningkatkan deteksi kasus TBC kebal obat hingga 180 persen dan membawa Indonesia lebih dekat menuju target pemberantasan TBC.

  • Program kesehatan ibu dan bayi baru lahir USAID meningkatkan kualitas perawatan kegawatdaruratan obstetri dan proses rujukan di pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit di 30 kabupaten/kota. Di fasilitas kesehatan yang didukung USAID, angka kematian ibu melahirkan turun hingga 50 persen, dan angka kematian bayi turun 21 persen hanya dalam empat tahun.

Program Saat Ini 

Mengendalikan Ancaman Pandemi dan Penyakit Menular

Ancaman Pandemi  Indonesia adalah hotspot penyakit infeksi baru karena sering dan dekatnya interaksi antara manusia dan hewan, terutama ternak. Sejak tahun 2006, USAID telah meningkatkan kemandirian Indonesia dalam mencegah, mendeteksi dan merespons penyakit zoonosis risiko tinggi dan kejadian luar biasa terutama penyakit yang berpotensi menimbulkan pandemi seperti flu burung. Program Ketahanan Kesehatan Global USAID tahun 2019-2024 merupakan kontribusi utama Pemerintah AS terhadap Global Health Security Agenda (GHSA) di Indonesia, dimana kedua pemerintah memainkan peran di tingkat global. USAID akan terus bekerja sama untuk mengembangkan dan menyelenggarakan program dan pelatihan berkelanjutan di berbagai sektor kesehatan manusia dan hewan untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam mengatasi permasalahan kesehatan termasuk ancaman resistensi terhadap zoonosis dan obat antimikroba.

HIV/AIDS  Dengan lebih dari 670.000 orang yang terinfeksi, Indonesia berada dalam cengkeraman epidemi HIV yang terus meningkat. Masyarakat Indonesia yang paling rentan terpengaruh epidemi ini secara tidak proporsional seperti di provinsi Papua yang angka penularannya 15 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Berbagai program USAID memperkuat upaya Indonesia agar lebih banyak masyarakat yang melindungi dirinya terhadap infeksi HIV dan memperluas ketersediaan uji dan pengobatan HIV. USAID juga bekerja dengan Kementerian Kesehatan dalam penyusunan strategi nasional untuk mendorong pencapaian target UNAIDS 90-90-90. USAID juga mendukung organisasi lokal untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan HIV dan AIDS agar lebih banyak orang yang mendapat pelayanan pencegahan, perawatan dan pengobatan yang diperlukannya.

Tuberkulosis  Di Indonesia, diperkirakan terdapat 842.000 kasus TBC baru dan 100.000 kematian terkait TBC setiap tahun. TBC kebal obat (DR-TB/Drug Resistant TB), yang tahan terhadap obat-obatan TBC biasa terus meningkat. Untuk mengatasi ancaman krisis, USAID bermitra dengan Program TBC Nasional untuk memberantas TBC pada tahun 2030. Berbagai kemitraan ini memperluas kemampuan Indonesia untuk mendeteksi dan mengobati lebih banyak kasus TBC, meningkatkan pelayanan laboratorium, membuka lebih banyak fasilitas pengobatan dan memastikan kualitas pasokan obat-obatan yang sangat diperlukan. Untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menumbuhkan partisipasi sektor swasta dalam Program TBC Nasional, USAID mengarahkan solusi pada pelaporan kasus-kasus yang ditangani dan upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan di fasilitas swasta. USAID juga memperluas penggunaan GeneXpert, mesin diagnostik yang menurunkan waktu mendiagnosis DR-TB dari beberapa bulan menjadi beberapa jam saja serta melatih tenaga kesehatan lokal untuk mengoperasikannya. Hal ini berarti bahwa lebih banyak pasien yang bisa memulai pengobatan dengan segera dan mencegah penularan TBC lebih jauh. Selain itu, untuk membantu Indonesia mendapatkan sertifikasi yang diperlukan untuk memproduksi obat-obatan TBC di dalam negeri, USAID memberikan keahlian teknis kepada produsen obat di Indonesia agar bisa memenuhi standar prakualifikasi WHO.

Penyakit Tropis yang Terabaikan (NTDs)  Lebih dari 86 juta orang Indonesia – sekitar seperti jumlah penduduknya – berisiko terkena limfatik filariasis (elephantiasis, alias kaki gajah), dan cacing usus adalah penyakit endemis di seluruh Indonesia. Kedua penyakit tersebut dan penyakit tropis lainnya sangat merugikan kelompok masyarakat yang paling tidak mampu, memperparah kemiskinan, memperlambat tumbuh kembang anak dan menghambat produktivitas ekonomi. Obat dosis tunggal yang aman dan hemat biaya sebetulnya bisa mencegah berbagai NTDs sekaligus. Berbagai program NTD USAID memperkuat upaya Pemerintah Indonesia untuk memetakan beban penyakit, mengembangkan strategi nasional untuk pemberantasan penyakit dan melaksanakan kampanye di masyarakat agar dapat menjangkau jutaan orang dengan pengobatan pencegahan ini.

Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Lahir Karena Penyebab yang Dapat Dicegah

Angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia berada di antara yang tertinggi di Asia Tenggara; dua ibu dan delapan bayi baru lahir meninggal setiap jam karena penyebab yang sangat bisa dicegah. USAID membangun kemandirian Indonesia dalam menangani berbagai faktor yang rumit dan saling terkait yang menyebabkan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. Kolaborasi USAID mempercepat pemecahan masalah dan kemitraan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas perawatan, rujukan kegawatdaruratan, penggunaan data, perlindungan finansial, tata kelola lokal dan pelayanan kesehatan untuk keluarga yang paling miskin dan rentan. Dengan menumbuhkan solusi lokal untuk mengatasi akar permasalahan tingginya kematian ibu dan bayi baru lahir, peningkatan sistem kesehatan akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia.

Last updated: March 20, 2020

Share This Page