Flag of Indonesia

Strategi Kerjasama Pembangunan Indonesia - Amerika Serikat

Language: English | Indonesian

Strategi Kerja Sama Pembangunan AS – Indonesia (Country Development Cooperation Strategy/CDCS) menjelaskan secara garis besar keterlibatan pembangunan Badan Pembangunan Internasional AS (U.S. Agency for International Development/USAID) dengan Indonesia dalam konteks konsolidasi demokrasi, pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kepemimpinan global dan masih adanya tantangan pembangunan. CDCS mendukung tujuan utama (goal) dan juga tujuan (objective) dari rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang Pemerintah Indonesia (RPJMN 2015-2020 dan RPJPN 2005-2025) serta aspirasi jangka panjang Indonesia untuk menjadi “mandiri, maju, adil dan makmur.”

Tujuan keseluruhan dari bantuan Pemerintah AS adalah untuk mendukung Indonesia mewujudkan potensi penuhnya sebagai demokrasi yang stabil dan toleran, memberikan kontribusi bagi keamanan regional, pertumbuhan ekonomi global dan mengatasi tantangan bersama, seperti ancaman pandemi yang muncul dan ekstremisme kekerasan. Fitur inti dari bantuan Pemerintah AS adalah promosi jalur pembangunan yang memobilisasi sumber daya dan keahlian dalam negeri Indonesia yang semakin meningkat. Kemitraan pembangunan AS-Indonesia berkembang ketika Indonesia muncul sebagai pemimpin regional yang mempromosikan tatanan berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik.

Perubahan Kemitraan

Terlepas dari tantangan ekonomi dan politik yang kompleks, khususnya setelah Krisis Keuangan Asia pada tahun 1998, Indonesia telah mencapai kemajuan pembangunan yang mengesankan dan mengalami transformasi yang luar biasa selama 50 tahun terakhir. USAID bermitra dengan berbagai pelaku pembangunan termasuk Pemerintah Indonesia, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat sipil dan sektor swasta untuk mendukung Indonesia mencapai tujuan pembangunannya. Saat ini Indonesia adalah kekuatan ekonomi demokratis yang terus meningkat dan merupakan anggota aktif dalam berbagai forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), Persatuan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan G-20.

Kerja Sama Pembangunan AS - Indonesia telah berkembang dari bantuan pembangunan tradisional menjadi penyediaan bantuan teknis dan instrumen inovatif untuk mengatasi tantangan pembangunan khususnya melalui keterlibatan sektor swasta dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mekanisme USAID dirancang untuk memperkuat sistem dan institusi Indonesia, memobilisasi sumber daya dalam negeri, meningkatkan sektor swasta dan “crowd” (urun dana) dari sumber pendanaan baru.

Karena kemajuan demokrasi dan ekonominya selama dua dekade terakhir, Indonesia telah muncul sebagai pemimpin regional dan suara global. Meskipun pertumbuhan ekonominya melebihi 5% setiap tahun selama lima tahun terakhir, sekitar 28 juta orang Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Indonesia masih berjuang dengan institusi yang rapuh, korupsi yang endemik dan rendahnya toleransi, semua hal tersebut merupakan prioritas untuk kemitraan AS-Indonesia. Indonesia semakin hadir di tingkat global dengan pengaruh global yang meningkat, tetapi belum sepenuhnya menyadari manfaat positif dari demokratisasi dan pertumbuhan ekonomi. Indonesia juga merupakan mitra utama AS dalam meningkatkan kemakmuran, keamanan dan perdamaian global.

Bantuan USAID dirancang untuk mendukung Indonesia dalam “Perjalanan Menuju Kemandirian”. USAID mendefinisikan “kemandirian” sebagai kemampuan suatu negara untuk merencanakan, membiayai dan melaksanakan solusi dalam mengatasi tantangan pembangunannya. USAID bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, dan kegiatan kami mendukung tujuan Indonesia yang dinyatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah bahwa Indonesia adalah "negara yang mandiri, maju, adil dan makmur." Kemitraan kami dengan Indonesia dan para mitra lainnya di kawasan ini memastikan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka, mempromosikan ekonomi berbasis pasar, mendukung tata kelola yang baik dan dengan mendukung perjalanan Indonesia menuju kemandirian, menjaga negara Indonesia yang berdaulat tanpa paksaan dari luar.

CDCS ini menjadi panduan keterlibatan strategis USAID di Indonesia untuk mengatasi tantangan kunci pembangunan, memanfaatkan peluang baru untuk meningkatkan manfaat sumber daya dan mendukung aspirasi jangka menengah dan jangka panjang Indonesia. CDCS juga memastikan kegiatan USAID mendukung Pemerintah Indonesia dalam perjalanannya menuju kemandirian dan memperkuat Indonesia sebagai mitra dalam memajukan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Kerangka Kerja Strategis Kami

Tujuan utama dari strategi ini adalah: “Kemitraan AS – Indonesia yang Lebih Kuat dalam Memajukan Kemakmuran dan Keamanan Bersama.” Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuat dari kemitraan antara AS dan Indonesia. Kemitraan adalah tema lintas sektor kunci untuk strategi dan modalitas pelaksanaan yang penting serta mekanisme untuk kegiatan program. Pernyataan tersebut juga menunjukkan kepentingan timbal balik AS dan Indonesia yang ditingkatkan dan didukung melalui kemitraan pembangunan kami.

Strategi ini dilaksanakan melalui tiga Tujuan Kerja Sama Pembangunan (Development Objectives):

  1. Tata Kelola Pemerintahan yang Demokratis dan Keamanan Lebih Kuat yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas pemerintah, pemberantasan korupsi, melindungi hak asasi manusia dan memperkuat keamanan institusi kunci untuk melawan ekstremisme.
  2. Pelayanan Dasar Umum untuk Kelompok Sasaran yang Ditentukan Meningkat  dan Dipertahankan yang bertujuan untuk menurunkan kematian perempuan dan anak-anak karena penyebab yang dapat dicegah, memperluas akses terhadap air dan sanitasi serta meningkatkan kapasitas institusi pendidikan.
  3. Prioritas Pembangunan untuk Kemakmuran Bersama Ditingkatkan yang berpusat pada penurunan ancaman penyakit menular, peningkatan keamanan dan ketangguhan lingkungan serta mengurangi hambatan terhadap peluang ekonomi.

Pada gilirannya, ketiga Tujuan Kerja Sama Pembangunan terkait dengan lima Tema dan Pemberdayaan Lintas Sektor yang memberikan informasi dan mengarahkan semua pendekatan kegiatan program, modalitas dan mekanisme serta penyusunan target.

  1. Tata kelola pemerintahan di semua tingkatan (dari tingkat nasional hingga ke tingkat desa) di semua sektor
  2. Keterlibatan dan kemitraan dengan sektor swasta
  3. Sains, teknologi dan inovasi
  4. Organisasi masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah
  5. Populasi masyarakat kurang mampu dan rentan, dengan fokus khusus pada kesetaraan gender

 

Last updated: February 14, 2019

Share This Page