Aliansi Baru Antara Pemerintah-Swasta Untuk Memperkuat Laboratorium TB di Indonesia

USAID dan BD Bekerjasama untuk Mendukung Pengembangan Kapasitas Program TB Nasional dan Pencapaian Tujuan Pembangunan

For Immediate Release

Tuesday, February 11, 2014
Danumurthi Mahendra
622134359000

SURABAYA – Dalam upaya berkelanjutan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular mewabah ke seluruh dunia, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Becton, Dickinson and Company (BD), perusahaan teknologi medis terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan kerjasama untuk memperkuat sistem rujukan laboratorium nasional di Indonesia.  Kemitraan baru antara pemerintah/swasta ini mendukung Program Tuberkulosis  (TB) Nasional (NTP), dan akan berupaya meningkatkan dan memperluas kualitas pelayanan laboratorium.  Secara khusus, kerjasama ini akan menekankan deteksi dini, dan juga pemantauan serta perawatan kasus TB.

Mengacu pada Rencana Darurat Presiden AS Untuk Penanggulangan AIDS (PEPFAR) dan program Labs for Life dari BD, kerjasama USAID/BD akan memperkenalkan praktik laboratorium yang lebih baik di 19 laboratorium rujukan nasional yang didukung oleh NTP, yang memberikan pelayanan diagnostik TB.  BD juga akan melatih petugas lab untuk melakukan uji kerentanan obat menggunakan kultur TB, dan secara bersama-sama, USAID/BD akan mengembangkan sistem akreditasi dan sertifikasi nasional untuk laboratorium Indonesia dan petugas lab.

“Amerika Serikat bermitra dengan Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk memanfaatkan unggulnya kemajuan ilmiah, instrumen diagnostik yang akurat, dan standar medis kelas dunia untuk menghentikan dan mengobati penularan TB,”kata Wakil Duta Besar AS Kristen Bauer, yang meluncurkan inisiatif ini di Surabaya. “Kami berkomitmen untuk menanggulangi TB di Indonesia agar dapat menyelamatkan jiwa, dan mencegah puluhan ribu kasus TB lainnya.” 

”BD menghargai USAID dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas prakarsanya dalam memerangi  TB,” demikian kata James Lim, President of Greater Asia, BD.  “BD berkomitmen untuk mendiagnosis TB secara akurat dan memperkuat laboratorium dengan cara melatih tenaga kesehatan setempat untuk melakukan uji kerentanan obat menggunakan kultur TB.”

USAID dan BD memiliki tujuan yang sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menurunkan kejadian penyakit menular dan kematian di Indonesia.  Indonesia berada di urutan ke-4 di antara negara-negara dengan beban TB tertinggi dan ke-8 untuk TB kebal obat (multidrug-resistant) di dunia.  Di Indonesia, sekitar 64.000 orang meninggal setiap tahun karena TB, dan dua persen dari semua kasus TB serta 12 persen kasus pengobatan ulang di Indonesia mengalami kekebalan terhadap beberapa jenis obat TB.  Jaringan laboratorium TB sangat penting untuk mengidentifikasi dini kasus TB dan menentukan pengobatan yang tepat.  

Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya memiliki akreditasi internasional serta merupakan  mitra utama dalam kerjasama USAID/BD dan upaya untuk memperkuat kapasitas laboratorium di seluruh Indonesia.  Kemitraan ini diluncurkan di BBLK Surabaya untuk mengakui prestasi yang telah dicapai dan renovasi laboratorium yang baru saja diselesaikan, melalui dukungan program TB CARE USAID, yang akan sangat meningkatkan kapasitas BBLK.

Berbagai program USAID memberikan kontribusi bilateral terbesar dalam pengendalian TB di Indonesia.  Saat ini, melalui program TB CARE dan DELIVER, yang dilaksanakan oleh Yayasan Tuberkulosis KNCV dan John Snow International (JSI), USAID memberikan dukungan kepada Pemerintah Indonesia dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan deteksi kasus TB, memastikan tuntasnya pengobatan setiap pasien, dan meningkatkan kualitas perawatan secara menyeluruh. 

Last updated: September 24, 2014

Share This Page