Amerika Serikat Memberikan Bantuan Senilai 100.000 Dolar AS untuk Membantu Pengungsi Letusan Gunung Sinabung

For Immediate Release

Friday, February 7, 2014
Danumurthi Mahendra
622134359000

JAKARTA – Sebagai tindakan tanggap bencana atas letusan Gunung Sinabung yang masih terus berlangsung di Sumatera Utara, Duta Besar Amerika Serikat Robert Blake memberikan bantuan senilai 100.000 dolar AS untuk membantu tindakan tanggap bencana Pemerintah Indonesia. Pemerintah AS, melalui Badan Bantuan Bencana Luar Negeri AS (USFDA) Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), memberikan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi yang berada di tempat-tempat pengungsian.

“Saya terkesan dengan semangat kuat dan ketahanan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung,” kata Duta Besar Robert Blake. “Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia menolong masyarakat Sinabung untuk pulih dari bencana ini dan membangun kembali hidupnya, dan terus membantu Pemerintah Indonesia memantau aktivitas gunung berapi untuk menyelamatkan banyak jiwa.”

Sumbangan dana dari Amerika Serikat ini akan membantu International Organization for Migration untuk membeli, mendistribusikan, dan mengisi kembali pasokan penting bagi mereka yang tinggal di pengungsian dan terkena dampak parah akibat pasca letusan.

Pada saat yang sama, Program Bantuan Bencana Gunung Berapi (Volcano Disaster Assistance Program/VDAP) USAID yang dilaksanakan di bawah kemitraan dengan Badan Survei Geologi AS juga memberikan bantuan teknis di lapangan maupun jarak jauh serta peralatan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperkuat pemantauan dan tanggap bencana gunung berapi di kawasan ini.

Peralatan tersebut menciptakan jaringan pemantau seismik di dekat Gunung Sinabung untuk mendeteksi gempa bumi yang berkaitan dengan gunung berapi – seringkali kejadian ini merupakan pertanda sebelum terjadinya letusan – dan digunakan oleh PVMBG untuk mendirikan tiga stasiun lapangan seismik dan sebuah stasiun pangkalan di dekat Gunung Sinabung. Stasiun-stasiun ini memungkinkan pemantauan gunung berapi secara langsung dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat di sekitarnya. Data dan tafsir satelit pengindraan jarak jauh mendukung para pengelola tindakan tanggap bencana mengambil berbagai keputusan yang dapat menyelamatkan jiwa. Sejak 2004, VDAP USAID mulai memperkuat kapasitas pemantauan gunung api, mitigasi serta kapasitas tanggap bencana di Indonesia.

Gunung Sinabung, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, meletus untuk pertama kalinya setelah lebih dari 400 tahun pada 29 Agustus 2010 dan kemudian mulai meletus lagi pada September 2013 menyebabkan sekitar 31.000 orang kehilangan tempat tinggal. Staf USAID terus bekerja sama dengan para pejabat pemerintah setempat dan lembaga kemanusiaan di Sumatera Utara untuk memantau situasi dan memberikan bantuan secara terkoordinasi bagi para pengungsi.

Program ini adalah salah satu komponen dari program bantuan bencana dan perubahan iklim Amerika Serikat di Indonesia yang menunjukkan luasnya cakupan kerjasama AS di bawah Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.

Last updated: October 23, 2014

Share This Page