Flag of Indonesia

Kesehatan

Language: English | Indonesian
HIV/AIDS children Papua health Indonesia
Staff at a health laboratory examine a tuberculosis patient. USAID, in partnership with the Government of Indonesia, finished extensive renovations at the lab, which is now a modern facility capable of accurately testing for tuberculosis, multi-drug resis
USAID

 

Berbagai Program yang dilaksanakan saat ini

MENURUNKAN KEMATIAN KARENA PENYEBAB YANG DAPAT DICEGAH TERUTAMA DI ANTARA IBU DAN ANAK

Angka kematian bayi di Indonesia tidak menurun selama 10 tahun terakhir; terjadi lebih dari 88.000 kematian bayi, dan kematian ibu meningkat setiap tahunnya. Indonesia tidak berharap mencapai target untuk Tujuan Pembangunan Milenium tahun 2015 di kedua bidang tersebut.  Program kesehatan ibu dan anak USAID membantu ibu melahirkan saat mereka sangat membutuhkan pertolongan.  Melalui rujukan yang tepat, akses terhadap asuransi kesehatan masyarakat dan perawatan yang lebih baik di fasilitas kesehatan, ibu dan bayi baru lahir yang mengalami komplikasi dapat diselamatkan.  Program USAID bekerja sama dengan pemerintah di setiap tingkatan, sektor swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat sipil (CSO), serta organisasi terkemuka di Indonesia seperti Muhammadiyah dan Yayasan Kesehatan Budi Kemuliaan untuk membangun kapasitas yang berkelanjutan di daerah dan sistem kesehatan di bawah bimbingan dari praktisi kesehatan untuk meningkatkan tatalaksana dan penanganan komplikasi selama dan setelah melahirkan.

USAID mendukung program peningkatan kualitas untuk rumah sakit pemerintah, membantu sembilan rumah sakit umum terkemuka untuk mencapai standar akreditasi internasional, dan mendukung sistem akreditasi rumah sakit nasional yang lebih baik.  USAID bekerja dengan UNICEF di Indonesia Timur untuk meningkatkan perawatan ibu dan bayi baru lahir dan mencegah malaria dalam kehamilan.  USAID merupakan salah satu ketua dalam kelompok kerja keterlibatan negara dalam Keluarga Berencana 2020 yang melakukan advokasi program keluarga berencana nasional, mendukung dilaksanakannya surveilans polio, dan pembangunan kapasitas untuk analisis data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia.

PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR

Tuberkulosis: Setiap tahun, ada sekitar 500.000 kasus tuberkulosis (TB) baru dan sekitar 65.000 kematian terkait TB di Indonesia.  Kasus TB yang kebal terhadap beberapa jenis obat meningkat.  USAID bermitra dengan Program TB Nasional untuk meningkatkan deteksi kasus dan pengobatan, membangun jaringan, kapasitas, dan kualitas pelayanan laboratorium, memperluas jumlah fasilitas pengobatan TB-MDR, dan menjamin kualitas dan pasokan obat-obatan.  Berbagai program USAID memperkuat dukungan masyarakat bagi pasien TB dengan memerangi stigma sosial yang dihadapinya.  USAID juga memberikan bantuan teknis untuk produsen obat di Indonesia sehingga memperoleh prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memroduksi obat TB di dalam negeri, dan memperkenalkan teknologi baru GeneXpert yang mendiagnosis TB yang kebal terhadap beberapa jenis obat hanya dalam hitungan jam dan tidak memerlukan waktu berbulan-bulan.

HIV/AIDS: Indonesia mengalami epidemi HIV yang berkembang dengan cepat, diperkirakan 480.000 orang hidup dengan HIV / AIDS.  Epidemi ini terkonsentrasi di antara kelompok berisiko, termasuk pengguna narkoba suntik, pekerja seks komersial dan kliennya, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, serta kelompok transgender. Pengecualian ada di Papua, di mana tingkat prevalensinya 15 kali lebih tinggi dari angka nasional.  USAID memberikan bantuan teknis kepada Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional untuk mempercepat penggunaan langkah-langkah pencegahan yang efektif, dan memperkuat kapasitas untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi strategis dalam menangani epidemi.  USAID juga turut meningkatkan kapasitas CSO sebagai organisasi dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan HIV / AIDS.  USAID memberikan kontribusi untuk Indonesian Partnership Fund Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, yang mendanai program penanggulangan HIV nasional.

Ancaman Pandemi yang Mungkin Timbul dan Avian Influenza: Indonesia dianggap sebagai tempat yang paling rawan untuk penyakit yang muncul karena iklim, keanekaragaman hayati, interaksi yang dekat antara manusia dengan binatang, kerusakan hutan dan perubahan tata guna lahan.  Selain itu, Indonesia memiliki jumlah tertinggi kasus manusia dan angka fatalitas kasus dari virus avian influenza (H5N1) yang sangat mematikan di dunia.  USAID mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengidentifikasi risiko dan menanggapi patogen berbahaya pada hewan sebelum menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, termasuk dukungan untuk laboratorium utama yang terlibat dalam penelitian penting dan surveilans penting tingkat global.  USAID mendukung kegiatan pencegahan dan pengendalian ancaman penyakit yang dikenal dan muncul dengan memfasilitasi tanggapan jika ada kejadian luar biasa (KLB), menyiapkan kantor kesehatan pelabuhan, meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan biosecurity di peternakan dan pasar, dan mendukung penelitian tentang penyebaran dan praktik klinis.

Penyakit Tropis yang Terabaikan: Lebih dari 125 juta orang diperkirakan berisiko terkena penyakit kaki gajah, dan cacing usus merupakan penyakit endemik di Indonesia.  USAID mendukung Pemerintah Indonesia untuk memetakan beban penyakit, menyusun strategi nasional untuk pemberantasan penyakit-penyakit tersebut, dan melakukan kampanye di masyarakat yang menyediakan kemoterapi preventif untuk 16 juta orang di 37 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

MENINGKATKAN AKSES TERHADAP AIR AMAN DAN SANITASI

USAID mendukung strategi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi, dengan penekanan pada akses untuk orang-orang miskin di daerah perkotaan sehingga dapat mengurangi diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air.  USAID membantu untuk meningkatkan tata kelola di perusahaan air pemerintah maupun swasta dan meningkatkan permintaan dan akses terhadap sanitasi dasar untuk masyarakat.  Program-program USAID bermitra dengan bank di daerah untuk memberikan pinjaman keuangan mikro bagi keluarga miskin agar dapat membayar biaya pemasangan sambungan air yang merupakan salah satu hambatan utama.  Masyarakat miskin mendapatkan keringanan biaya per unit sebesar 32% melalui program-program USAID.

Last updated: December 12, 2014

Share This Page