Amerika Serikat Melakukan Investasi dalam Inisiatif Utama Perlindungan Keanekaragaman Hayati

USAID Indonesia Mission Director Andrew Sisson
USAID Indonesia Mission Director Andrew Sisson (left) answers questions by journalists.
USAID/Danumurthi Mahendra

For Immediate Release

Tuesday, January 21, 2014
Danumurthi Mahendra
622134359384

BALI – Pemerintah Amerika Serikat dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia hari ini meluncurkan standar kredit karbon hutan hujan yang baru di Taman Nasional Bali Barat.  Berdasarkan kerjasama yang telah terjalin sejak lama antara Universitas Indonesia dan Columbia University di AS, inisiatif utama ini akan membantu menurunkan hilangnya hutan tropis dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Standar Hutan Hujan – menyediakan alternatif pendanaan untuk perlindungan Taman Nasional Bali Barat – merupakan standar kredit karbon pertama di dunia yang mengintegrasikan secara penuh persyaratan penghitungan karbon, dampak sosial-budaya/sosial-ekonomi, dan keanekaragaman hayati.  Peluncuran Standar Hutan Hujan merupakan yang pertama di Asia, dan menempatkan Indonesia di posisi terdepan upaya penurunan emisi karbon.

“Melalui inisiatif ini, Indonesia menjadi yang terdepan dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menentukan standar pelestariannya,” demikian kata Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Andrew Sisson.  “Kami sangat yakin bahwa kerjasama ilmiah dua negara kita akan membantu mengatasi tantangan perubahan iklim global.”

Kemitraan ini menggambarkan komitmen Amerika Serikat yang melakukan investasi di berbagai program pelestarian pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui kerjasama unik antara beberapa universitas, taman nasional, masyarakat setempat dan sektor swasta.  Program ini menawarkan cara baru untuk menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk pengelolaan kawasan konservasi dalam skala besar dan dalam pelaksanaannya melibatkan sektor swasta secara maksimal.   

Selain Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, acara ini juga dihadiri oleh H.E. Kim Young-Sun, Duta Besar Republik Korea, perwakilan Kedutaan Besar Swedia, dan beberapa pejabat tingkat provinsi dan kabupaten di Bali.  

Inisiatif ini merupakan satu komponen dari berbagai program Amerika Serikat di Indonesia untuk bidang lingkungan, pendidikan tinggi, sains dan teknologi yang menunjukkan luasnya keterlibatan Amerika Serikat dalam kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.  Program ini dilaksanakan bersama oleh Pusat Riset Perubahan Iklim (RCCC) Universitas Indonesia, Pusat Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat (CEES) Columbia University, dan Sustainable Management Group.

Last updated: August 26, 2014

Share This Page